Portofolio

Terpilih Menjadi Asistan Lab Media di Jakarta Broadcasting School



Senang pastinya kesan pertama saya. Awalnya saya lihat di dinding kantin kampus bahwa ada kerta tertempel yaitu di cari asistan lab, saya memberanikan diri untuk melamar, rasa percaya diri ada tentunya karena beberapa syarat yang tertera di kertas itu saya dapat menguasainya diantaranya, mampu menjadi camera person, memiliki kemampuan fotografi, menguasai software adobe photoshop,adobe premiere, corel video studio, memahami hardware komputer, menguasai teknologi. Suatu kebetulan karena saya hampir menguasai di antara semua syarat itu, dan di tambah lagi dengan saya menguasai software macintosh karena masih sangat jarang orang yang mengusai software tersebut.





Menjadi Technical Lab Studio

Semua ini benar - benar belajar secara otodidak, banyak orang yang berfikir saya adalah orang yang pintar, sebenarnya itu salah pendapat mereka, saya hanya seseorang yang mengandalkan kemauan dan ketekunan dalam mencapai kemajuan. Di dalam kelas perkuliahan pun nilai - nilai akademik saya tidak terlalu sempurna, tetapi kemauan dalam proses pencapaian yang tinggi membuat saya ingin selalu menjadi yang terbaik.

Ini adalah merupakan langkah dari semua tujuan saya, yaitu berusaha mencari pengetahuan dan kemampuan yang baru, agar dapat lebih siap dalam menghadapi persaingan di dunia kerja, disaat saya nanti lulus dari Universitas.









Cameraman BL Fair LA Lights Konser Gangtsa Rasta 


Ini adalah pengalaman pertama kali saya menjadi kameraman disebuah acara musik festival, bintang tamu di acara ini adalah group band musik aliran reggae yaitu Gangsta Rasta. Di acara ini terdapat dua posisi kamera video, yaitu kamera 1 sebagai master video shoot dan kamera 2 sebagai medium & closed up shoot. 


Saya memegang kamera 1 sebagai master video shoot. Saya mengambil gambar video dari lantai 2 gedung Universitas Budi Luhur, karena posisi ini sangat strategis dalam pengambilan angle gambar yang tearah ke panggung.








Fotografer Di Acara Seminar ICT Universitas Budi Luhur

 Ini adalah acara yang di selenggarakan oleh Universitas Budi luhur, sebuah seminar yang membahas tentang ICT. Di acara ini saya menjadi fotografer untuk bertugas dokumentasi dari pihak Jakarta Broadcasting School.

Acara ini di pelopori oleh HIMAKOM Universitas Budi Luhur, suasana hari sumpah pemuda menjadi sa;ah satu unsur tema dalam acara tersebut.

Acara ini di hadiri oleh tamu kehormatan, yaitu Bpk.Surya Paloh sebagai praktisi media di Indonesia dan Sudjiwo Tedjo sebagai salah satu seniman besar di Indonesia.

kadang terasa gugup jika berhadapan dengan orang - orang hebat ini. Tetapi ini merupakan media untuk saya berlatih mejadi fotografer yang lebih profesional. Foto yang saya tampilkan adalah hasil dari foto yang saya hasilkan dari kamera kesayangan saya Nikon D90, saya menggunakan lensa 18 - 200mm Nikor agar mendapatkan hasil yang maksimal, banyak alasan bagi saya dalam menggunakan lensa jenis ini dilihat dari kondisi lokasi pemotretan yang kadang harus mengambil gambar dari jauh atau kadang harus dari dekat.







Cameraman Dokumentasi Acara Announcer Competition Budi luhur Radio

Di acara kali ini saya bekerja seorang diri untuk mendokumentasikan. Lumayan letih dan ngantuk, tetapi tetap harus di jalani dengan profesional. 

Kamera video yang saya pergunakan kali ini ialah kamera video profesional Sony HD, kamera ini memiliki resolusi gambar high definition. sangat mudah dalam proses capture saat menggunakan kamera video ini, karena kamera ini memiliki hardisk sebagi media penyimpanan hasil gambar, sehingga dapat lebih praktis jika di bandingkan dengan kamera MD 10000 Panasonic yang masih menggunakan kaset mini DV sebagai media penyimpanan video.




  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kehidupan Kampus Dan Awal Karir



Pada tahun 2010 saya mendaftar dan diterima di salah satu perguruan tinggi di Jakarta yaitu Universitas Budi Luhur, saya mengambil Fakultas Ilmu Komunikasi, di Fakultas ini saya mengambil program study Broadcasting Jurnalisik. dengan alasan saya menyukai bidang ini, dan ilmu yang lebih mengkedepankan pola pikir kritis, keberanian, komunikasi, teknologi, seni, kreatifitas adalah sesuai dengan bakat dan kemampuan saya.

Kehidupan di kampus ini tergolong tenang, tertib, damai, dan nyaman. berbeda dengan beberapa Universitas di Indonesia, di kampus ini sangat jarang terjadi perselisihan antar mahasiswa, kegitan demostrasi pun sedikit dan tekontrol. Memang ini lah salah satu tujuan saya mendaftar di kampus ini. di samping itu biaya administratif yang terjangkau oleh ibu saya, dan fasilitas yang mendukung di kampus ini.

Dalam pergaulan saya tergolong orang yang mudah bergaul, saya memiliki teman banyak di kampus, mahasiswa di kampus ini pun ramah dan membuat saya lebih mudah dalam beradaptasi.

Pada saat semester tiga, saya mulai berfikir dan berniat untuk mencari perkerjaan untuk mencari tambahan uang saku, selain itu pun untuk memperbanyak pengalaman sehingga di saat lulus nanti saya memiliki kompetensi sebagi nilai tambah saya di dunia pekerjaan.

Pada saat sedang makan di kantin saya melihat ada kertas yang bertuliskan lowongan pekerjaan menjadi asisten Lab di Jakarta Broadcasting School, merupakan sebuah lembaga yang berada dalam kompleks kampus saya. Saya memberanikan diri untuk melamar di Lembaga tersebut.



Mulai di tahun 2011 tepatnya bulan september, saya di terima bergabung untuk bekerja di dalam lembaga yang berada di kampus saya, yaitu Jakarta Broadcasting School, sebagai asisten media Lab yang bertanggung jawab dalam masalah hardware komputer, software lab komputer, lab studio, dan masalah teknis di radio kampus.pekerjaan di luar itu pun banyak yang harus di handle, seperti dokumentasi di acara kampus mulai dari musyawarah, seminar dan konser musik. networking pun berjalan lancar, banyak pula pekerjaan yang saya dapatkan dari beberapa teman asisten lab contohnya pada saat weekend saya di panggil untuk menjadi fotografer di acara pernikahan dan event lainnya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Dari Masa Kanak - Kanak Hingga Remaja

Nama saya Hary Okky Prasetyo, saya lahir 20 september 1989, saya dibesarkan oleh seorang ibu yang sangat super sekali, dia bernama Suprihatin, dalam perjalanannya membesarkan saya dia bekerja keras seorang diri, tanpa bantuan dari sosok seorang suami, karena mereka sudah berpisah semenjak saya duduk di bangku taman kanak - kanak.

Saya memiliki 2 orang kakak perempuan yang bernama Fita & Devi. Jarak usia kami sangat berjauhan, disaat saya duduk di bangku taman kanak-kanak, kakak saya sudah memakai seragam putih abu - abu.
Dari TK hingga sekolah dasar saya menjalani pendidikan di Muhamadiyah, mungkin maksud dari ibu saya agar saya memiliki pendidikan agama Islam yang kuat, karena sangat minimnya pendidikan agama di dalam rumah yang di karenakan tidak adanya sosok seorang Iman di keluarga saya.

Setelah lulus dari Muhamadiyah, saya melanjutkan pendidikan Sekolah Menengah Pertama di SMP Negeri 153 Jakarta Selatan, saya senang dan bangga karena dapat menyenagkan hati ibu saya, karena sekolah negeri adalah yang dia mau untuk saya, tujuan khususnya sekolah negeri memiliki biaya administratif yang lebih terjangkau.

Lulus dari SMP Negeri 153 jakarta pada tahun 2001 dengan prestasi terakhir rangking 3 di kelas, saya melanjutkan pendidikan ke Sekolah menegah akhir, disayangkan saya tidak dapat diterima di sekolah negeri, sehingga saya mendaftar di salah tau sekolah swasta di Jakarta Selatan yaitu SMA Hang**** 1 Jakarta.

Di sekolah ini saya sangat sulit sekali untuk beradaptasi, karena sekolah ini memiliki filosofi yang berbau militer, dapat dilihat dari cara OSPEK yang keras, dan cara pengajaran yang berbau militer, hal ini berdampak kepada psikologi siswa yang menghasilkan sifat keras pada hati siswanya, jadi tak jarang perkelahian antar siswa terjadi di sekolah ini. saya pun mengalaminya, saya memutuskan untu keluar di saat naik ke kelas 11. Saya melanjutkan pendidikan saya di SMA Negeri 108 Jakarta, saya sangat senang di terima di sekolah negeri, karena sangat sulit dan jarang siswa pindahan dari sekolah swasta dapat di terima di sekolah negeri. hingga pada tahun 2008 saya lulus dari SMA Negeri 108 Jakarta.


Lulus dari SMA saya telat mendaftar ke Perguruan Tinggi, sehingga sambil menunggu waktu pendaftaran di buka kembali saya mengisi waktu luang dengan kursus Bahasa Inggris di Wallstreet Institute, yang berlokasi di Pondok Indah Jakarta Selatan. traveling menjadi backpacker saya lakukan pada masa itu, saya melakukan perjalanan Jawa - Bali Overland selama 11 hari, perjalanan ini berangkat dari Jakarta - Semarang - Dataran Tinggi Dieng - Yogyakarta - Malang - Gunung Bromo - Banyuwangi - Bali dan kembali lagi ke Jakarta, saya mempelajari kebudayaan, adat, dan banyak sekali ilmu yang saya dapatkan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS